Langsung ke konten utama

Jarak


Aku tak mengerti apa yang ada di pikiran orang orang. Banyak yang beranggapan hubungan ini masih tenang ditempat nya mengikuti arus yang semestinya. 
Kenapa begitu? Mereka hanya melihat sekilas, bukan fokus. 
Karna orang orang tak tau yang sebenarnya. Banyak tantangan untuk perjalanan ini, belajar komitmen, merangkup ego, dan menampung sejuta rindu, mereka hanya mengerti kebahagiaan saat aku dan kamu saling temu terbataskan layar ponsel, telfonan, vcall'an, bahkan kamu mengirim foto/vn yang bisa bikin aku ketawa lagi. 
Saat itu aku merasa jatuh cinta lagi seperti pertama bersama mu. Ruang tawa ku dipenuhi rindu candamu. 
Mengingat kita saat temu, dibawah langit Kota itu membiru. Jari mu yang tak lengah untuk melepas genggaman erat tanganku. 
Ku kira aku hanya bermimpi, membayangkan saja sudah ku rasa sangat nyata. Bagaimana bisa kamu tampak nyata disana? 
Saat ini benar benar seperti nyata. Kamu masih menggenggam ku disamping ku. Walaupun ragamu tak disisiku, aku bisa merasakan. Aku berharap tidak ada mimpi buruk karna kamu menghancurkan nya semua mimpi itu sendiri. Aku berharap ini bukan mimpi, tapi nyata. Kamu nyata, disini, saat ini, berada bersama ku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First . . .

I have found some good quotes nowaday First: dream. Have a faith. Just do it. Secound: we come to love not by finding a perfect person, but by learning to see an imperfect person perfectly Third: love is like a good cake, you never know when its coming. But you'd better eat it when it does Fourth: learn how to cook, try new recipes. Learn from your mistakes, be fearless and above all have fun 

Hello Mantan

DIA, masalalu, ketika ku menginjak menengah pertama. Iya aku pernah bahagia (dulu), sesaat. Lalu kecewa, terluka, patah. Kita memang terlalu awal mengenal. Entah saat itu terlalu cepat bagiku. Mungkin karna kamu yang pertama? Waktu SMK, dan saat itu aku masih seorang gadis polos yang gampang luluh sama laki laki baik. Awalnya baik, saat ku tau itu adalah kesalahan. Karna baik tidak hanya memberi suatu hal yg terlihat, tapi ketulusan dari nurani. Ini terlalu awal untuk menyakitkan, kamu memohon tapi sudahlah. Udah ambyar, ibarat kaca udah jatuh pecah klo mau disatuin gabisa, hanya akan melukai tergores pecahan kaca itu. Seseorang yang awalnya ku kenal, ku tinggikan. Kini terjatuh, tersapu seperti debu.  Melupakan mu seperti mimpi burukku, dan mengingat mu seperti menyayat ku. Terimakasih atas singgahan mu sesaat meski kebahagiaan ku sebagian dari kebohonganmu saja. Memang benar, bahwa yang lebih baik mencari yang terbaik.Dan setelah beberapa bulan akhirnya ku mampu berjala...

Tentang Seseorang

Mei ku ini, ku telah menjadi diriku yang dewasa, insyaallah. Tentang seseorang yang saat ini ku kenal, bukan. Tapi sudah 4 tahun yang lalu kita kenal. Hingga saat ini sangat mengenal. Tentang seseorang yang tidak hanya tau kelebihan ku, tapi juga kekuranganku. Aku ini hanya seseorang, seorang wanita biasa. Hanya saja cara mencintaiku membuatku terasa istimewa. Tentang seseorang, yang memang handal mengembalikan mood tercepat. Apakah aku? yang mungkin banyak menuntut mu. Tetap pada alur mu untuk menyikapi masih sama seperti yang ku kenal awal dulu. Tentang seseorang yang tidak merubahku pada dasarnya tapi menutupi kekurangan ku hingga memperbaiki ku. Tentang seseorang yang ku kenal, kini mengenalkan ku pada jarak, jeda, asa, dan rasa. Tapi jarak ini sebagai jembatan bukan benteng. Tentang seseorang, yang selalu mengingatku tentang Allah. Mencintai rahmat-Nya dengan mengikhlaskan semua yang sudah ditetapkan-Nya. Itu yang membuat diriku semakin terjatuh digenggaman mu. Pernah leng...