Langsung ke konten utama

Kamu-Aku-Dia


Bagaimana bisa KAMU yang sedang tidak ada disini bersama ku, dan sekarang DIA hadir kembali didunia ku? Apakah ini kebetulan? AKU-KAMU diantara JARAK-DIA. Sudah lama berhijrah dari DIA, dan aku berhasil. Mencoba tuk lupakan apa yang saat itu mencoba melukai ku, menghancurkan semua. Lalu AKU menemukan KAMU menjadi 'KITA'.
Aku mengerti ini semua ada yang mengatur, tapi kenapa saat DIA kembali, KAMU tidak berada disini bersamaku dengan menjaga jaga saat ku kembali dilukai?
DIA memanglah masalalu. Memang pernah sempat ku bahagia dengan nya (dulu), lalu terluka. Berada bersama KAMU hingga saat ini. AKU-KAMU diantara JARAK-JEDA. Tidak bisakah kau genggam tangan ku lebih lama? disini, saat ini, disamping ku? Iya memang benar kamu jauh disana, tapi genggaman mu masih terasa meskipun ragamu tak disisi. Ku teringat, menampung sekian genangan limpahan air mata yang tertahan. Ku yakinkan lagi dengan doa kepada-Nya.

Ingat ku, KAMU bilang 'maafkanlah orang yang kamu rasa pernah menyakitimu, maka orang itu akan tenang hidupnya. Begitu kamu, mengikhlaskan kesalahan memaafkan karna sejatinya manusia tempatnya berbuat kesalahan, allah maha pemaaf'. Akupun luluh dengan mu, Masyaallah.
DIA menyapa disana sedangkan aku hanya memandang dan hanya bisa bilang 'Kenapa? Ada Apa? Kenapa baru sekarang?'.
Tidakkah terdengar aneh jika tiba tiba DIA datang dan tidak ada kejelasan apa yg sedang ia lakukan untuk semua ini. Teruntuk diriku dan KAMU diuji lagi, maaf teruntuk DIA, karna aku sudah memulai dengan duniaku yang baru. Lupakanlah yang lalu, karna ku tak ingin mencoba luka itu mengelupas lagi, insyaallah sudah ikhlas dan biarkan aku sendiri untuk menentukan pilihanku. Bantu untuk menghargainya, bukankah sudah selesai? Cerita yg dulu telah usai. Ini adalah jawaban atas kesalahan mu waktu itu. Ah sudahlah, kini ku menemukan dunia ku, seseorang yg menuntunku, membalut luka, mengembalikan senyum ku lagi, hingga menjaga luka ini agak tidak tergores lagi. Janganlah mengatakan yang bukan lagi semestinya, hanya karna perasaan bersalah atau tak ada yang disesali semua sudah ada yang mengatur. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First . . .

I have found some good quotes nowaday First: dream. Have a faith. Just do it. Secound: we come to love not by finding a perfect person, but by learning to see an imperfect person perfectly Third: love is like a good cake, you never know when its coming. But you'd better eat it when it does Fourth: learn how to cook, try new recipes. Learn from your mistakes, be fearless and above all have fun 

Hello Mantan

DIA, masalalu, ketika ku menginjak menengah pertama. Iya aku pernah bahagia (dulu), sesaat. Lalu kecewa, terluka, patah. Kita memang terlalu awal mengenal. Entah saat itu terlalu cepat bagiku. Mungkin karna kamu yang pertama? Waktu SMK, dan saat itu aku masih seorang gadis polos yang gampang luluh sama laki laki baik. Awalnya baik, saat ku tau itu adalah kesalahan. Karna baik tidak hanya memberi suatu hal yg terlihat, tapi ketulusan dari nurani. Ini terlalu awal untuk menyakitkan, kamu memohon tapi sudahlah. Udah ambyar, ibarat kaca udah jatuh pecah klo mau disatuin gabisa, hanya akan melukai tergores pecahan kaca itu. Seseorang yang awalnya ku kenal, ku tinggikan. Kini terjatuh, tersapu seperti debu.  Melupakan mu seperti mimpi burukku, dan mengingat mu seperti menyayat ku. Terimakasih atas singgahan mu sesaat meski kebahagiaan ku sebagian dari kebohonganmu saja. Memang benar, bahwa yang lebih baik mencari yang terbaik.Dan setelah beberapa bulan akhirnya ku mampu berjala...

Tentang Seseorang

Mei ku ini, ku telah menjadi diriku yang dewasa, insyaallah. Tentang seseorang yang saat ini ku kenal, bukan. Tapi sudah 4 tahun yang lalu kita kenal. Hingga saat ini sangat mengenal. Tentang seseorang yang tidak hanya tau kelebihan ku, tapi juga kekuranganku. Aku ini hanya seseorang, seorang wanita biasa. Hanya saja cara mencintaiku membuatku terasa istimewa. Tentang seseorang, yang memang handal mengembalikan mood tercepat. Apakah aku? yang mungkin banyak menuntut mu. Tetap pada alur mu untuk menyikapi masih sama seperti yang ku kenal awal dulu. Tentang seseorang yang tidak merubahku pada dasarnya tapi menutupi kekurangan ku hingga memperbaiki ku. Tentang seseorang yang ku kenal, kini mengenalkan ku pada jarak, jeda, asa, dan rasa. Tapi jarak ini sebagai jembatan bukan benteng. Tentang seseorang, yang selalu mengingatku tentang Allah. Mencintai rahmat-Nya dengan mengikhlaskan semua yang sudah ditetapkan-Nya. Itu yang membuat diriku semakin terjatuh digenggaman mu. Pernah leng...