Bagaimana bisa KAMU yang sedang tidak ada disini bersama ku, dan sekarang DIA hadir kembali didunia ku? Apakah ini kebetulan? AKU-KAMU diantara JARAK-DIA. Sudah lama berhijrah dari DIA, dan aku berhasil. Mencoba tuk lupakan apa yang saat itu mencoba melukai ku, menghancurkan semua. Lalu AKU menemukan KAMU menjadi 'KITA'.
Aku mengerti ini semua ada yang mengatur, tapi kenapa saat DIA kembali, KAMU tidak berada disini bersamaku dengan menjaga jaga saat ku kembali dilukai?
DIA memanglah masalalu. Memang pernah sempat ku bahagia dengan nya (dulu), lalu terluka. Berada bersama KAMU hingga saat ini. AKU-KAMU diantara JARAK-JEDA. Tidak bisakah kau genggam tangan ku lebih lama? disini, saat ini, disamping ku? Iya memang benar kamu jauh disana, tapi genggaman mu masih terasa meskipun ragamu tak disisi. Ku teringat, menampung sekian genangan limpahan air mata yang tertahan. Ku yakinkan lagi dengan doa kepada-Nya.
Ingat ku, KAMU bilang 'maafkanlah orang yang kamu rasa pernah menyakitimu, maka orang itu akan tenang hidupnya. Begitu kamu, mengikhlaskan kesalahan memaafkan karna sejatinya manusia tempatnya berbuat kesalahan, allah maha pemaaf'. Akupun luluh dengan mu, Masyaallah.
DIA menyapa disana sedangkan aku hanya memandang dan hanya bisa bilang 'Kenapa? Ada Apa? Kenapa baru sekarang?'.
Tidakkah terdengar aneh jika tiba tiba DIA datang dan tidak ada kejelasan apa yg sedang ia lakukan untuk semua ini. Teruntuk diriku dan KAMU diuji lagi, maaf teruntuk DIA, karna aku sudah memulai dengan duniaku yang baru. Lupakanlah yang lalu, karna ku tak ingin mencoba luka itu mengelupas lagi, insyaallah sudah ikhlas dan biarkan aku sendiri untuk menentukan pilihanku. Bantu untuk menghargainya, bukankah sudah selesai? Cerita yg dulu telah usai. Ini adalah jawaban atas kesalahan mu waktu itu. Ah sudahlah, kini ku menemukan dunia ku, seseorang yg menuntunku, membalut luka, mengembalikan senyum ku lagi, hingga menjaga luka ini agak tidak tergores lagi. Janganlah mengatakan yang bukan lagi semestinya, hanya karna perasaan bersalah atau tak ada yang disesali semua sudah ada yang mengatur.
Komentar
Posting Komentar